Perdana! Menyambut Bulan Suci dengan Penuh Khidmat, Kajian Islam Ba'da Dzuhur Resmi Digelar di PA Pangkalan Bun
Perdana! Menyambut Bulan Suci dengan Penuh Khidmat, Kajian Islam Ba'da Dzuhur Resmi Digelar di PA Pangkalan Bun || (19/02/2026)
Pangkalan Bun, 19 Februari 2026 - Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Pengadilan Agama Pangkalan Bun untuk pertama kalinya menggelar kegiatan Kajian Islam atau kultum Ba’da Dzuhur yang dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Mushola Al-Ikhlas PA Pangkalan Bun dan diikuti oleh pimpinan, hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur.
Kajian perdana ini menjadi langkah awal dalam membangun atmosfer spiritual di lingkungan kerja, agar Ramadhan tidak sekadar hadir sebagai rutinitas tahunan, melainkan momentum peningkatan kualitas iman, integritas, dan etos kerja. Secara perdana, Ketua PA Pangkalan Bun, H. Samad Harianto, S.Ag., M.H., menyampaikan materi tentang makna menyambut Bulan Suci Ramadhan. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa menyambut Ramadhan bukan hanya soal persiapan fisik, tetapi juga kesiapan hati dan mental spiritual.
Beliau menguraikan bahwa terdapat beberapa hal penting dalam menyambut Ramadhan:
Pertama, persiapan ruhiyah (spiritual), yakni membersihkan hati dari iri, dengki, dan prasangka, serta memperbanyak istighfar dan taubat sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Kedua, persiapan ilmu, dengan memahami kembali fiqh puasa, keutamaan Ramadhan, serta amalan-amalan sunnah agar ibadah yang dilakukan tidak sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi bernilai maksimal di sisi Allah SWT.
Ketiga, persiapan amal dan komitmen perubahan, menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak peningkatan kualitas diri, baik dalam kedisiplinan, tanggung jawab, maupun pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Beliau menegaskan bahwa aparatur peradilan harus mampu menjadikan Ramadhan sebagai madrasah pembentukan karakter, terutama dalam menumbuhkan kesabaran, kejujuran, dan integritas.
Keempat, membangun budaya kerja yang bernilai ibadah, bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankan dengan niat yang lurus akan bernilai pahala. Ramadhan menjadi momentum untuk menyelaraskan profesionalitas dengan spiritualitas.
Suasana kajian berlangsung khidmat dan penuh perhatian. Para pegawai tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, menjadikan momen siang hari tersebut sebagai ruang refleksi bersama sebelum memasuki bulan yang penuh keberkahan.
Dengan digelarnya kajian Islam Ba’da Dzuhur ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Pangkalan Bun dapat menyambut Ramadhan 1447 H dengan kesiapan lahir dan batin, serta menjadikannya sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah dan kinerja. Kegiatan ini direncanakan akan terus dilaksanakan secara rutin selama bulan Ramadhan sebagai bagian dari penguatan pembinaan mental dan spiritual aparatur. Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan, melainkan kesempatan emas untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik—baik sebagai hamba Allah maupun sebagai pelayan masyarakat (Tim Redaksi - IP)

